Sarapan Setelah Sunrise Punthuk Setumbu, Enaknya Makan Apa Ya?

jajanan lokal magelang

Ada ketenangan tersendiri saat melihat siluet Candi Borobudur perlahan muncul dari balik kabut tipis yang menyelimuti lembah. Rasanya seperti melihat lukisan alam yang sedang dibuat secara langsung di depan mata. Setelah puas mengagumi keindahan alam dan tentu saja mengabadikan momen lewat kamera, biasanya ada satu hal yang mulai bergejolak: perut yang minta diisi. Aku akan kasih beberapa rekomendasi Sarapan setelah Sunrise Punthuk Setumbu yang rasanya enak dan fasilitasnya lengkap dan bersih.

Berjalan mendaki tangga-tangga di Punthuk Setumbu di pagi buta memang cukup menguras tenaga. Kabar baiknya, kawasan Magelang dan Borobudur punya beragam pilihan kuliner yang siap menyambut kamu setelah turun dari bukit. Bukan sekadar pengganjal lapar, beberapa tempat ini menawarkan rasa yang autentik dan suasana yang membuat perjalanan pagi kamu terasa lengkap.

Baca Juga: Svargabumi Borobudur : Rekomendasi Tempat Oleh Oleh Terdekat yang Praktis dan Lengkap

Menghangatkan Tubuh dengan Sop Senerek Bu Atmo – Kuliner Magelang Dekat Borobudur

Setelah menikmati indahnya sunrise, ada banyak sekali kuliner Magelang dekat Borobudur. Pilihan pertama saya jatuh pada kuliner klasik kebanggaan warga Magelang, yaitu Sop Senerek. Salah satu tempat yang paling sering saya tuju adalah Sop Senerek Bu Atmo. Setelah terkena udara dingin di puncak bukit, membayangkan semangkuk sup hangat dengan kuah bening yang kaya kaldu rasanya sangat menggoda. Jarak dari Punthuk Setumbu ke arah kota Magelang memang butuh sedikit waktu berkendara, tapi percayalah, perjalanan itu terbayar saat suapan pertama masuk ke mulut.

Sarapan Setelah Sunrise Punthuk Setumbu
Sop Snerek Bu Atmo, Magelang

Sop senerek sendiri merupakan perpaduan unik antara pengaruh kuliner Belanda dan lokal. Isi utamanya adalah kacang merah (yang dalam bahasa Belanda disebut “snert”), bayam, wortel, dan irisan daging sapi atau ayam. Yang membuat saya suka dengan Sop Senerek Bu Atmo adalah kejernihan kuahnya. Rasanya gurih tapi tetap terasa ringan, tidak berlemak berlebihan. Kacang merahnya dimasak sampai empuk sempurna tapi tidak hancur, memberikan tekstur yang menyenangkan saat dikunyah.

Biasanya, saya suka menyantapnya dengan nasi yang dicampur langsung ke dalam mangkuk sup, ditambah sedikit sambal dan perasan jeruk nipis untuk memberikan kesegaran ekstra. Jangan lupa juga untuk mengambil lauk tambahan seperti perkedel daging atau tempe goreng yang biasanya tersedia di meja. Menikmati sarapan ini di pagi hari memberikan energi yang pas untuk melanjutkan petualangan berikutnya tanpa membuat perut terasa terlalu begah.

Sensasi Pedas Mangut Beong yang Ikonik – Sarapan Enak Di Borobudur

Sarapan Setelah Sunrise Punthuk Setumbu
rumah Makan Spesial Mangut Beong

Kalau kamu termasuk orang yang merasa belum sarapan kalau belum makan makanan pedas, maka kamu perlu mencoba Mangut Beong Sehati Borobudur. Lokasinya tidak terlalu jauh dari area Punthuk Setumbu, tepatnya di daerah Karangrejo. Hidangan ini bisa dibilang sangat khas karena menggunakan ikan Beong, ikan endemik yang hanya bisa ditemukan di Sungai Progo yang mengalir di sekitar Magelang.

Ikan beong sendiri memiliki bentuk yang mirip dengan ikan lele tetapi ukurannya jauh lebih besar dan dagingnya lebih tebal serta padat. Di warung-warung seperti Mangut Beong Sehati, ikan ini dimasak dengan kuah santan kuning kemerahan yang kental dan penuh dengan rempah. Saat pertama kali mencobanya, rasa pedasnya langsung menyapa lidah, disusul dengan rasa gurih yang dalam dari santan dan rempah-rempah tradisional.

Bagian yang paling dicari biasanya adalah kepala beong, meski ukurannya cukup jumbo dan mungkin terlihat menantang bagi yang belum terbiasa. Daging di area pipi dan sela-sela tulang kepala ikan beong punya tekstur yang sangat lembut dan gurih. Menikmati mangut beong dengan nasi hangat di tengah suasana pedesaan Borobudur adalah pengalaman kuliner yang menurut saya sangat berkesan. Pedasnya nendang, keringat mengucur, dan rasanya benar-benar membangkitkan semangat setelah lelah mendaki bukit.

Ayam Bakar dengan Pemandangan di Kedai Bukit Rhema – Sarapan Setelah Sunrise Di Punthuk Setumbu

Jika kamu tidak ingin berkendara terlalu jauh setelah dari Punthuk Setumbu, kamu bisa bergeser sedikit ke Bukit Rhema, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Ayam. Di sini terdapat sebuah kedai yang letaknya di bagian belakang bangunan unik tersebut. Namanya Kedai Bukit Rhema. Kedai bukit Rhema menjadi salah satu rekomendasi sarapan enak di Borobudur yang menjadi favorite banyak pengunjung loh! Berbeda dengan dua tempat sebelumnya yang kental dengan nuansa tradisional pinggir jalan, di sini kamu akan disuguhi pengalaman makan dengan bonus pemandangan yang luar biasa.

Menu andalan yang sering saya pesan di sini adalah ayam bakarnya. Potongan ayamnya cukup besar, bumbunya meresap hingga ke dalam, dan ada keseimbangan antara rasa manis dan gurih dari proses pembakarannya. Biasanya sajian ini disajikan lengkap dengan nasi, sambal yang segar, dan lalapan. Meski menunya terdengar sederhana, menyantap ayam bakar sambil memandang hamparan perbukitan Menoreh dan Candi Borobudur dari kejauhan memberikan sensasi makan yang sangat tenang.

sarapan setelah sunrise punthuk setumbu
Ayam Bakar by Kedai Bukit Rhema

Selain makanan berat, kedai ini juga punya camilan khas bernama singkong keju yang konon bumbunya sangat rahasia. Tekstur singkongnya sangat empuk, hampir menyerupai roti, dan kejunya melimpah. Tempat ini sangat cocok bagi kamu yang ingin bersantai sejenak, mengobrol dengan teman perjalanan, sambil menikmati semilir angin perbukitan sebelum matahari mulai terasa menyengat di siang hari.

Tips Menikmati Kuliner Pasca Sunrise – Kuliner Magelang Dekat Borobudur

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal kecil yang bisa membuat perjalanan kuliner kamu di sekitar Borobudur jadi lebih nyaman. Pertama, pastikan kamu membawa uang tunai secukupnya, karena beberapa warung makan tradisional di daerah ini mungkin belum menyediakan layanan pembayaran digital secara merata. Kedua, jangan ragu untuk bertanya kepada warga lokal jika kamu bingung mencari lokasinya, karena keramahan warga sekitar adalah bagian dari pesona wisata di sini.

Selain itu, karena tempat-tempat yang saya sebutkan di atas cukup populer, terutama saat akhir pekan atau musim liburan, usahakan untuk tidak datang terlalu siang agar tidak kehabisan menu-menu andalan. Sop senerek biasanya mulai ramai di jam sarapan, sementara mangut beong sering kali cepat ludes setelah jam makan siang. Jadi, setelah puas menikmati matahari terbit, sebaiknya segera tentukan pilihan kamu akan berlabuh di mana.

Rekomendasi Wisata Kuliner Magelang – Sarapan Setelah Sunrise Punthuk Setumbu

Menikmati sunrise di Punthuk Setumbu memang memberikan kepuasan secara visual, namun melengkapinya dengan sajian kuliner khas daerah tersebut akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih utuh. Apakah kamu memilih hangatnya Sop Senerek Bu Atmo, tantangan pedas dari Mangut Beong, atau kenyamanan Ayam Bakar di Kedai Bukit Rhema, semuanya menawarkan cerita rasa yang berbeda.

Pada akhirnya, perjalanan bukan hanya soal jarak yang kita tempuh atau foto indah yang kita ambil, tapi juga soal rasa yang kita simpan di ingatan. Magelang dengan segala kekayaan kulinernya selalu berhasil membuat saya ingin kembali lagi, bukan sekadar untuk melihat candi atau bukitnya, tapi untuk kembali mencicipi kehangatan dalam setiap piring makanannya. Jadi, kalau nanti kamu berkunjung ke Punthuk Setumbu, kira-kira mana yang akan jadi tujuan sarapan pertamamu?

Leave a Reply