Makanan Khas Magelang: Menjelajahi Rasa Sup Senerek

Makanan Khas Magelang

Kalau kamu sempat mampir ke Kota Magelang, selain pemandangan Gunung Tidar yang gagah, ada satu hal yang selalu membuat saya ingin kembali: aroma kuah kaldu yang mengepul dari warung-warung kecil di pinggir jalan. Di kota ini, makanan khas Magelang bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita. Salah satunya adalah Sup Senerek Magelang, sajian hangat yang bagi warga lokal sudah lama menjadi bagian dari kuliner khas Magelang, terutama saat pagi yang sejuk atau hujan turun.

Saya ingat pertama kali mencicipinya di sebuah warung tua yang dikenal sebagai kuliner Magelang legendaris. Rasa manis lembut dari kacang merah berpadu dengan gurihnya kaldu bening yang kaya rempah, menghadirkan karakter sup kacang merah Magelang yang sederhana namun berkesan. Tak heran jika hidangan ini sering masuk dalam rekomendasi makanan khas Magelang dan menjadi incaran pencinta wisata kuliner Magelang yang ingin mengenal makanan tradisional Magelang lebih dekat.

Baca juga : Libur Imlek 2026: Kehangatan Kuliner Imlek & Tips Jamuan Keluarga

Mengapa Disebut Sup Senerek? Sebuah Jejak Sejarah

Makanan Khas Magelang
Makanan Khas Magelang

Banyak yang bertanya-tanya, dari mana asal nama “senerek” yang terdengar cukup unik di telinga? Berdasarkan cerita yang saya dengar dari para sesepuh dan pemilik warung di Magelang, nama ini sebenarnya berasal dari serapan bahasa Belanda. Pada masa kolonial, Magelang merupakan pusat militer dan tempat tinggal banyak warga Belanda. Mereka memiliki sup khas bernama “Snert”, yaitu sup kacang polong yang kental (split pea soup).

Lidah masyarakat lokal saat itu agaknya kesulitan melafalkan kata “Snert”, sehingga perlahan berubah menjadi “Senerek”. Menariknya, perubahan ini tidak hanya terjadi pada nama, tapi juga pada bahan utamanya. Karena kacang polong sulit ditemukan di tanah Jawa saat itu, masyarakat mulai berinovasi menggunakan bahan yang lebih mudah didapat namun tetap memberikan tekstur yang mirip, yaitu kacang merah.

Baca juga : Tempat Makan untuk Buka Puasa di Magelang: Bukber Nyaman, Hemat, dan Seru untuk Keluarga

Adaptasi Bahan yang Menyesuaikan Lidah Lokal

Makanan Khas Magelang

Pergeseran dari kacang polong ke kacang merah ini menurut saya adalah bentuk kreativitas kuliner yang luar biasa. Jika Snert asli Belanda memiliki tekstur yang sangat kental hingga hampir menyerupai bubur, Sup Senerek versi Magelang tampil lebih ringan dengan kuah yang bening. Kacang merah memberikan tekstur yang empuk dan “creamy” saat digigit, sementara kuahnya tetap segar.

Selain kacang merah, isian dari sup ini juga cukup sederhana namun padat gizi. Biasanya terdapat irisan wortel yang memberikan warna cerah, daun bayam yang segar, serta potongan daging sapi atau terkadang tetelan untuk menambah cita rasa gurih. Penggunaan rempah seperti pala dan merica menjadi kunci utama yang memberikan efek hangat di tenggorokan, sangat cocok dengan udara Magelang yang cenderung dingin karena dikelilingi pegunungan.

Ciri Khas dan Budaya Makan di Magelang

Makanan Khas Magelang
Makanan Khas Magelang

Salah satu hal yang membuat pengalaman makan Sup Senerek terasa istimewa bagi saya adalah cara penyajiannya. Di Magelang, sup ini hampir selalu disajikan dalam satu mangkuk bersama nasi (nasi campur), meski kamu juga bisa memesannya secara terpisah. Daun bayam yang digunakan tidak dimasak terlalu lama, sehingga warnanya tetap hijau segar dan teksturnya masih terasa sedikit renyah saat dikunyah.

Budaya makan di sini juga sangat santai. Biasanya, semangkuk Sup Senerek akan ditemani oleh beragam lauk pendamping yang tertata rapi di meja. Ada perkedel kentang, paru goreng yang garing, tempe mendoan, hingga bakwan jagung. Namun, favorit saya tetaplah menyantapnya dengan sejumput sambal korek dan sedikit kecap manis untuk kamu yang menyukai perpaduan rasa pedas-manis. Menyaksikan kepulan uap dari mangkuk sup sambil berbincang dengan pemilik warung menciptakan suasana yang begitu hangat dan akrab.

Bahan-Bahan untuk Membuat Sup Senerek di Rumah

Jika kamu belum sempat berkunjung ke Magelang, jangan khawatir. Saya ingin membagikan resep sederhana yang biasa saya praktikkan di rumah saat merindukan suasana Kota Sejuta Bunga tersebut. Kunci dari sup ini adalah kesabaran dalam mengolah kacang merah agar empuk sempurna tanpa merusak bentuknya.

Berikut adalah bahan-bahan yang perlu kamu siapkan:

  • 250 gram daging sapi (pilih bagian sengkel atau sandung lamur agar kaldunya terasa)
  • 200 gram kacang merah segar (rendam semalaman agar cepat empuk)
  • 2 buah wortel, potong bulat tebal
  • 1 ikat kecil daun bayam, petik daunnya saja
  • 1.5 liter air untuk merebus
  • 2 batang daun seledri dan 1 batang daun bawang, ikat simpul
  • Bawang merah goreng untuk taburan

Bumbu Halus dan Rempah:

  • 5 siung bawang putih, memarkan lalu tumis sebentar
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 1/2 biji pala, memarkan atau parut
  • Garam dan sedikit gula pasir secukupnya

Cara Membuat Sup Senerek yang Segar

Langkah pertama, rebus daging sapi dalam air mendidih hingga keluar buih-buihnya. Buang air rebusan pertama untuk mendapatkan kaldu yang lebih bening nantinya. Rebus kembali daging dengan air bersih yang baru. Masukkan kacang merah yang sudah direndam ke dalam rebusan daging tersebut. Masak dengan api kecil hingga daging dan kacang merah menjadi empuk.

Sembari menunggu, tumis bawang putih yang sudah dimemarkan hingga aromanya keluar, lalu masukkan ke dalam panci rebusan. Tambahkan pala dan merica bubuk. Aroma pala inilah yang nantinya akan memberikan ciri khas “sup gaya lama” yang menenangkan. Setelah daging empuk, masukkan potongan wortel dan masak hingga wortel cukup lunak namun tidak hancur.

Langkah terakhir adalah koreksi rasa dengan garam dan sedikit gula. Untuk menjaga kesegaran sayuran, saya biasanya memasukkan daun bayam saat sup akan segera diangkat atau justru menaruh bayam mentah di mangkuk lalu menyiramnya dengan kuah panas. Dengan begitu, bayam tetap terlihat cantik dan nutrisinya terjaga. Jangan lupa taburkan bawang merah goreng yang banyak di atasnya sebelum disajikan.

Tips Agar Kuah Tetap Bening

Saya punya sedikit tips untuk kamu: jika ingin kuahnya tetap bening kristal, pastikan untuk selalu membuang kotoran yang mengapung saat merebus daging. Selain itu, jangan memasak kacang merah terlalu hancur karena pati dari kacang bisa membuat kuah menjadi keruh. Masaklah dengan sabar menggunakan api kecil (simmering).

Menikmati Kenangan dalam Semangkuk Kehangatan

Makanan Khas Magelang
Makanan Khas Magelang

Bagi saya, Sup Senerek adalah pengingat bahwa kuliner adalah sesuatu yang hidup. Ia bisa berubah, beradaptasi, dan menyatu dengan budaya lokal tanpa kehilangan identitasnya. Menikmati sup ini bukan sekadar urusan mengenyangkan perut, tapi tentang menghargai bagaimana sebuah resep dari negeri jauh bisa diterima dan dicintai oleh lidah masyarakat kita selama bergenerasi-generasi.

Entah kamu menikmatinya langsung di warung kecil di sudut Magelang atau memasaknya sendiri di dapur rumah, semoga semangkuk Sup Senerek ini bisa memberikan kehangatan yang sama. Rasanya yang jujur dan sederhana seolah mengajak kita untuk sejenak melambat dan menikmati momen. Jadi, kapan kamu berencana mencoba memasaknya atau mungkin langsung meluncur ke Magelang untuk mencicipi versi aslinya?

Penulis: Seorang penikmat perjalanan yang percaya bahwa setiap piring punya cerita yang layak dibagikan.

Leave a Reply