Cafe di Yogyakarta untuk Libur Lebaran: 3 Tempat Ngopi Santai, Lalu Road Trip ke Bukit Rhema Borobudur

Cafe Yogyakarta

Mendekati Lebaran, Yogyakarta biasanya berubah jadi kota yang “ramai tapi hangat”. Ada keluarga yang pulang kampung, ada juga yang justru liburan karena suasananya hidup, banyak pilihan tempat makan, dan jarak antar spot relatif dekat. Kalau kamu lagi cari cafe di Yogyakarta untuk libur Lebaran yang nyaman buat keluarga, pasangan, atau teman, aku sarankan pilih tempat yang suasananya jelas: mau yang adem di utara, mau yang tenang buat ngobrol lama, atau yang seru buat foto-foto tapi tetap bisa duduk santai.

Di bawah ini aku rangkum 3 tempat ngafe yang karakternya beda-beda, plus kapan enaknya datang, rute sederhana biar nggak muter, sampai opsi lanjut jalan ke Kedai Bukit Rhema di kawasan Borobudur.


Kenapa ngafe di Jogja saat Lebaran terasa beda

Rekomendasi Cafe Lebaran Jogja
Rekomendasi Cafe Lebaran Jogja

Yang paling kerasa itu ritmenya. Pagi hari biasanya lebih “lega” karena banyak orang masih kumpul keluarga atau baru mulai keluar. Siang menuju sore mulai padat, terutama area pusat kota dan jalur wisata. Malamnya, Jogja punya energi sendiri—tapi kalau kamu bawa keluarga besar, biasanya lebih nyaman cari tempat yang parkirnya gampang dan nggak terlalu sempit.

Intinya: Lebaran di Jogja itu soal mengatur jam berangkat, bukan soal “menghindari rame” sepenuhnya.

Baca Juga: Tempat buka bersama di Jogja: 5 pilihan yang nyaman, plus ide ngabuburit Borobudur–Bukit Rhema


3 cafe di Yogyakarta untuk libur Lebaran yang nyaman buat berbagai rombongan

Cafe di Yogyakarta untuk Libur Lebaran
Cafe di Yogyakarta untuk Libur Lebaran

1) Waroeng Kopi Klotok (Kaliurang, Sleman) – suasana desa, cocok buat keluarga – Cafe Keluarga di Yogyakarta

Kalau kamu pengin suasana yang lebih “adem” dan nggak terasa kota banget, area Kaliurang sering jadi pilihan. Kopi Klotok itu tipe tempat yang bikin orang betah untuk libur lebaran karena vibe-nya sederhana: bangunan joglo, nuansa pedesaan, dan biasanya ramai obrolan keluarga. Lokasinya di sekitar Jl. Kaliurang Km 16, Pakembinangun, Sleman, dan jam bukanya sering diinformasikan mulai pagi sampai malam.

Cocok untuk: keluarga (termasuk bawa orang tua), teman yang pengin sarapan santai, atau kamu yang pengin “ngopi sambil lihat hijau-hijau”.

Kapan enak dikunjungi:

  • Pagi (sekitar buka) kalau kamu ingin suasana lebih tenang dan peluang dapat tempat duduk lebih besar. Tempat ini sering ramai saat libur.
  • Menjelang sore kalau kamu cuma ingin minum hangat dan ngemil tanpa buru-buru (tapi tetap siap dengan potensi antre).

2) Ekologi Desk & Coffee (Sleman) – santai modern, enak buat ngobrol lama – Cafe Untuk Nongkrong di Jogja

Ekologi ini tipe cafe yang punya “ruang napas”: cocok kalau kamu mau ngobrol lama, kerja ringan, atau sekadar ngadem setelah keliling. Informasi jam buka dan konsep coworking-nya cukup jelas—umumnya buka dari pagi/siang sampai malam.

Cocok untuk: pasangan yang mau quality time tanpa terlalu berisik, teman-teman yang pengin duduk lama, atau kamu yang butuh tempat nyaman buat “reset” sebelum lanjut agenda Lebaran.

Kapan enak dikunjungi:

  • Siang menjelang sore (sekitar 14.00–17.00) biasanya pas: sudah lewat jam makan siang keluarga besar, tapi belum masuk jam nongkrong malam.
  • Malam kalau kamu pengin suasana lebih tenang dan obrolan lebih panjang.

3) Cafe Brick (Sleman) – suasana “Eropa klasik”, cocok buat yang suka foto + nongkrong santai – Cafe Libur Lebaran

Kalau rombonganmu ada yang suka foto-foto tapi tetap pengin tempat duduk nyaman, Cafe Brick sering jadi opsi. Banyak sumber menyebut konsepnya vintage ala Eropa dan jam operasionalnya 24 jam.

Cocok untuk: teman-teman (apalagi yang suka konten), pasangan yang pengin suasana berbeda, atau keluarga muda yang pengin tempat lebih “rapi” untuk kumpul singkat.

Kapan enak dikunjungi:

  • Pagi agak siang kalau kamu pengin foto dengan cahaya bagus dan belum terlalu ramai.
  • Malam (di atas jam 20.00) kalau kamu ingin nongkrong lebih santai tanpa kejar-kejaran waktu.

Waktu yang tepat berkunjung saat Lebaran biar tetap nyaman

Kalau kamu liburan di rentang H-1 sampai H+3, biasanya puncak ramai ada di:

  • Siang–sore (orang mulai keluar setelah kumpul keluarga)
  • Malam (yang selesai silaturahmi baru cari tempat duduk)

Strategi gampangnya:

  • Pilih 1 cafe untuk “makan/ngopi utama” (misal Kopi Klotok untuk pagi).
  • Pilih 1 cafe untuk “ngobrol lama” (misal Ekologi).
  • Pilih 1 cafe untuk “penutup hari” (misal Cafe Brick, karena fleksibel jamnya).

Rute perjalanan yang enak supaya nggak muter

Biar kamu nggak bolak-balik, ini rute yang menurutku paling simpel (dan masuk akal secara arah):

Opsi rute Utara–Sleman (lebih adem, lebih longgar):

  1. Pagi: Kopi Klotok (Kaliurang Km 16)
  2. Siang–sore: turun ke area Depok/Sleman untuk Ekologi
  3. Malam: lanjut Cafe Brick (masih di area Sleman, jadi nggak terlalu jauh)

Kalau kamu start dari pusat kota (sekitar Malioboro), kamu bisa “naik” ke utara dulu dan habiskan hari di Sleman—lebih minim drama parkir dibanding bolak-balik pusat kota.


Setelah ngafe di Yogyakarta, lanjut ke Cafe Bukit Rhema Borobudur – Cafe Libur Lebaran

Cafe Bukit Rhema Borobudur
Cafe Bukit Rhema Borobudur

Nah, ini bagian yang sering jadi enak kalau kamu punya waktu setengah hari sampai sehari tambahan: habis Jogja, lanjut road trip ke Borobudur—lalu naik ke Bukit Rhema.

Dari pusat Jogja ke area Borobudur, jaraknya sering disebut sekitar 40 km dengan waktu tempuh kira-kira 1,5 jam berkendara (lebih lama kalau lalu lintas padat, apalagi musim libur).
Rute paling umum: Jogja → Jalan Magelang → Mungkid/Magelang → Borobudur.

Kalau kamu sudah sampai kawasan Borobudur, Bukit Rhema (Gereja Ayam) itu jaraknya beberapa kilometer dari Borobudur dan bisa ditempuh sekitar belasan menit tergantung akses dan kondisi jalan.


Mengapa mampir ke Kedai Bukit Rhema setelah dari Yogyakarta

Setelah beberapa hari di Jogja yang ritmenya cepat dan ramai, Bukit Rhema biasanya terasa seperti “pindah bab”: lebih tinggi, lebih lapang, dan udaranya beda. Kedai Bukit Rhema sendiri dikenal sebagai tempat singgah di kawasan Bukit Rhema dengan jam operasional pagi sampai sore/malam (cek info terbaru sebelum berangkat, apalagi saat libur panjang).

Alasan yang biasanya dicari orang setelah road trip:

  • Butuh tempat yang nggak sempit untuk duduk bareng (keluarga/rombongan)
  • Pengen pemandangan sebagai “penutup perjalanan” sebelum pulang
  • Cocok buat pagi (kalau kamu ngejar suasana awal hari) karena buka dari pagi

Siapa saja yang enak kamu ajak ke Cafe Bukit Rhema

Yang paling aman: ajak orang yang kamu pengin “ngobrol pelan-pelan” sambil lihat view.

  • Keluarga besar: biasanya cocok karena bisa jadi momen kumpul setelah perjalanan.
  • Pasangan: enak buat quality time, apalagi kalau kamu suka suasana pagi.
  • Teman: terutama yang suka road trip, foto, dan cari tempat yang “beda dari kota”.
  • Rombongan kecil (4–10 orang): lebih gampang atur waktu dan parkir, apalagi pas libur.

Tips singkat biar kamu gampang memilih

  • Kalau kamu bawa orang tua/keluarga besar, prioritaskan tempat yang aksesnya mudah dan ritmenya santai: mulai dari Kopi Klotok lalu cari cafe yang kursinya nyaman.
  • Kalau kamu ngejar ngobrol lama, Ekologi lebih “aman” karena konsepnya memang mendukung duduk lebih lama.
  • Kalau kamu baru bisa keluar malam, Cafe Brick fleksibel karena 24 jam.
  • Untuk rute Jogja → Borobudur → Bukit Rhema, berangkat pagi biasanya lebih enak karena jalan masih lebih bersahabat.
  • Saat Lebaran, cek update jam operasional via akun resmi masing-masing tempat karena bisa berubah.

Kalau kamu ingin liburan Lebaran yang rasanya nggak buru-buru, coba bayangin rutenya begini: pagi ngopi di utara Jogja yang adem, sore duduk santai di cafe yang nyaman buat ngobrol, malamnya penutup yang fleksibel—lalu besoknya road trip pelan ke Borobudur dan naik ke Bukit Rhema buat “ganti suasana”.

Kamu nggak harus datangi semuanya. Pilih 1–2 tempat yang paling nyambung sama gaya liburanmu—biar pulangnya tetap terasa ringan, bukan cuma capek karena ngejar checklist.

FAQ (5 pertanyaan yang relevan & sering dicari)

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum berkunjung ke Cafe Bukit Rhema Borobudur (jam operasional, reservasi, dan tips datang)?

Tips Cafe Bukit Rhema: Cek IG @bukitrhema untuk jam operasional terupdate, tidak wajib reservasi cafe tapi tiket masuk kawasan wajib, datang pagi agar tidak panas dan antre shuttle. 

Kapan waktu terbaik mengunjungi cafe di Yogyakarta saat libur Lebaran agar tidak terlalu ramai?

Waktu Terbaik Saat Lebaran: Datanglah saat cafe baru buka (pagi, jam 08.00–10.00) atau di atas jam 20.00 untuk menghindari puncak keramaian siang-sore.

Cafe di Yogyakarta mana yang paling nyaman untuk keluarga besar dan mudah parkir saat musim liburan?

Cafe Nyaman Keluarga & Parkir Luas: Pilih tempat seperti Waroeng Kopi Klotok, atau area resto cafe di Sleman yang lahannya luas.

Bagaimana cara menyusun rute cafe-hopping di Jogja (Sleman–Kaliurang) supaya tidak bolak-balik dan hemat waktu?

Rute Cafe-Hopping Sleman–Kaliurang: Susun searah: Mulai dari bawah (Ringroad/Jakal bawah) ke atas (Pakem/Kaliurang). Contoh: Kopi Bernaung -> Cafe area Kaliurang atas -> Turun ke arah Kota, hindari bolak-balik Jl. Kaliurang di jam macet.

Berapa estimasi waktu tempuh perjalanan dari pusat Yogyakarta ke Borobudur lalu ke Bukit Rhema, dan kapan sebaiknya berangkat?

Waktu ke Borobudur & Bukit Rhema: Estimasi 1–1.5 jam dari pusat Jogja (tergantung macet). Berangkatlah pukul 05.00–06.00 WIB agar sampai pagi dan lanjut ke Bukit Rhema dengan tenang.

Leave a Reply