Rujak Cingur Ahmad Jais dan 4 Rujak Cingur Legendaris Surabaya

Ilustrasi sepiring rujak cingur Surabaya dengan bumbu petis kental

Sobat Foodies, kalau ngomongin rujak cingur Surabaya, ada satu nama yang selalu bikin orang melotot duluan sebelum makan: Ahmad Jais. Bukan karena pedasnya, tapi karena harganya. Seporsi bisa Rp60 ribu sampai Rp80 ribu, bahkan pernah tembus Rp100 ribu. Untuk ukuran rujak, itu jelas bukan harga warung biasa.

Pertanyaannya, sepadan nggak? Hari ini aku mau cerita jujur soal itu, karena tulisan ini memang aku perbarui. Isinya alasan harganya tinggi, beda pesanan matengan dan biasa, berapa lama tahan dibawa pulang, plus empat warung rujak cingur Surabaya lain yang bisa jadi pilihan kalau dompet lagi pengin lebih santai.

Satu catatan penting sebelum berangkat: informasi soal Ahmad Jais sekarang agak simpang siur. Ada ulasan Google bulan Desember 2025 yang menyebut warung ini tutup permanen, sementara liputan Kompas Januari 2026 dan beberapa artikel April 2026 masih menulisnya buka dan ramai. Jadi, telepon dulu atau cek Google Maps di hari yang sama sebelum jalan ke sana.

Rujak Cingur Ahmad Jais, si rujak sultan dari Genteng

Warungnya ada di Jl. Achmad Jais No.40, Peneleh, Genteng. Lokasinya cukup tengah kota, sekitar 1,8 km dari Alun-Alun Surabaya dan 1,9 km dari Stasiun Surabaya Kota, menurut Liputan6.

Sejarahnya panjang. Usaha ini dirintis tahun 1970 oleh Lim Sian Neo dari rumahnya, dibantu putrinya, Ng Giok Tjoe. Waktu itu seporsi dijual sekitar Rp25 ribu, harga yang sudah dianggap mahal pada masanya. Sekarang usahanya diteruskan generasi berikutnya, dan pelanggannya datang dari pejabat, artis, sampai wisatawan yang penasaran.

Kenapa harganya bisa Rp60–100 ribu?

Jawabannya ada di porsi dan isinya. Seporsi Ahmad Jais dikenal besar, dengan potongan cingur yang banyak dan tebal, ditambah lontong, sayur, tahu, tempe, dan bumbu petis yang diulek kental. Beberapa sumber juga menyebut bumbunya memakai kacang mede, bukan sekadar kacang tanah biasa. Harga yang tercatat di liputan 2024 berkisar Rp60 ribu sampai Rp80 ribu per porsi, dan sempat menyentuh Rp100 ribu. Harga 2026 bisa berbeda, jadi tanyakan dulu saat memesan.

Rating Google-nya sekitar 3,6. Keluhan yang paling sering muncul di ulasan adalah antrean lama dan harga yang dianggap terlalu tinggi. Jadi kalau Sobat Foodies ke sana, datang dengan ekspektasi “rujak porsi jumbo, harga premium”, bukan rujak murah meriah.

Matengan atau biasa?

Ini istilah yang sering bikin bingung pendatang. Rujak cingur biasa berisi campuran sayur matang dan buah mentah seperti mentimun, mangga muda, bengkuang, dan kedondong. Sementara versi matengan hanya berisi bahan yang sudah matang, seperti kangkung, tauge, tempe, tahu, dan cingur. Matengan cocok buat yang kurang suka buah mentah atau yang mau membawa pulang supaya teksturnya lebih awet.

Ilustrasi penjual rujak cingur membungkus pesanan dengan daun pisang
Ilustrasi penjual rujak cingur membungkus pesanan dengan daun pisang untuk dibawa pulang.

Bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh?

Bisa. Rujak dari warung ini disebut tahan sekitar 6 jam di suhu ruang. Supaya aman, minta bumbu dipisah dari isian, pilih versi matengan, dan makan di hari yang sama. Kalau perjalanan pulang lebih dari 6 jam, lebih baik dinikmati di Surabaya saja.

Untuk jam buka, sumbernya beda-beda. Kompas (Januari 2026) menulis 10.00–16.00, sementara listing lain menulis 11.00–17.00. Nomor teleponnya (031) 5328443.

Rujak Cingur Genteng Durasim

Masih di kawasan Genteng, Rujak Cingur Genteng Durasim ada di Jl. Genteng Durasim No.29. Warung ini jadi pilihan favorit warga yang ingin rujak cingur dengan rasa medok tanpa harga setinggi Ahmad Jais. Menurut catatan Desember 2024, rujak cingur biasa dijual sekitar Rp50.000. Mereka juga menjual sop buntut sekitar Rp90.000, jadi cocok kalau rombongan punya selera beda.

Jam bukanya sekitar 11.00–17.00 dan hari Senin tutup. Telepon (031) 5358213 untuk memastikan.

Rujak Cingur Joko Dolog

Rujak Cingur Joko Dolog ada di Jl. Taman Apsari No.25, Embong Kaliasin, dekat Taman Apsari dan arca Joko Dolog. Warung yang dirintis Hj. Saemah sejak era 1970-an ini dikenal dengan bumbu petis yang pekat. Harganya mulai sekitar Rp30 ribuan per porsi. Selain rujak cingur, di sini juga ada rujak manis dan tolet.

Jam bukanya sekitar 10.00–16.00. Untuk hari Minggu, informasinya berbeda antar sumber, jadi cek Maps dulu.

Ilustrasi ruang makan warung rujak cingur legendaris di Surabaya
Ilustrasi ruang makan warung rujak cingur di Surabaya.

Rujak Cingur Delta

Jangan terkecoh namanya. Rujak Cingur Delta yang asli ada di Jl. Kayoon No.46D, Embong Kemiri, bukan di Jalan Delta. Berdiri sejak 1988, ciri khasnya ada di tambahan mi kuning yang jarang ditemukan di rujak cingur lain. Harga yang tercatat pada Januari 2026 sekitar Rp35–48 ribu per porsi, belum termasuk pajak.

Jam bukanya pagi sampai malam, sekitar 09.00 sampai 19.00 atau 21.00 tergantung sumber. Delta juga punya beberapa cabang, misalnya di Delta Plaza, ITC, Kayu Manis MERR, dan Jemursari, jadi gampang dicari kalau sedang tidak di pusat kota.

Warung Rujak Cingur Cak No (TVRI)

Di versi lama tulisan ini, posisi kelima diisi “Achmad Jais Cabang”. Sampai sekarang tidak ada informasi resmi soal cabang tersebut, jadi posisi kelima aku isi dengan Warung Cak No yang juga dikenal sebagai Rujak Cingur TVRI. Lokasinya di Jl. Raya Dukuh Kupang No.214, buka setiap hari sekitar 11.30–17.00. Catatan Desember 2025 menyebut harganya sekitar Rp35.000 per porsi, dan ratingnya di Google cukup tinggi.

Tips berburu rujak cingur Surabaya

Datang sebelum jam makan siang, karena warung legendaris biasanya ramai mulai jam 11.

Bilang level pedas dan pilihan matengan atau biasa di awal pesanan. Bumbu rujak cingur diulek per porsi, jadi lebih mudah disesuaikan sejak awal.

Kalau mau keliling, gabungkan Ahmad Jais, Genteng Durasim, dan Joko Dolog karena lokasinya berdekatan di pusat kota. Delta dan Cak No bisa jadi pilihan di hari berbeda.

Kalau masih lapar setelah rujak, lanjutkan dengan lontong balap Surabaya atau tahu campur Surabaya. Daftar rujak cingur lain di Surabaya juga bisa dibaca di rekomendasi Kompas.

Jadi, rujak sultan atau rujak santai?

Kalau Sobat Foodies pengin merasakan rujak cingur porsi jumbo dengan cerita sejak 1970, Ahmad Jais layak dicoba sekali, asal sudah dipastikan buka dan siap dengan harganya. Kalau tujuannya makan rujak cingur medok yang bikin wareg tanpa bikin dompet kaget, Genteng Durasim, Joko Dolog, Delta, atau Cak No sudah lebih dari cukup. Yang penting, cek jam buka di hari yang sama, pesan sesuai selera pedasmu, dan nikmati petisnya selagi segar.