Resto di Jogja Buat liburan Santai Sampai ke Borobudur 2026
Jogja itu kota yang enak buat “jalan pelan”—pagi bisa ngopi, siang kulineran, sore nyari view, malam baru cari yang hangat-hangat. Makanya, kalau kamu lagi nyari resto di Jogja yang cocok buat keluarga, pasangan, atau rombongan kecil, aku biasanya nyaranin tempat yang suasananya nyaman dulu, baru ngomongin menunya. Soalnya, pas liburan, yang dicari bukan cuma kenyang… tapi juga tidak ribet.
Disini ada beberapa rekomendasi resto yang sering dipilih orang karena suasananya pas, menunya aman untuk banyak selera, dan timing datangnya gampang diatur. Terus, kalau kamu tipe yang sekalian “nanggung banget kalau cuma Jogja”, kita sambung juga ke Magelang: Candi Borobudur dan wisata Bukit Rhema.

The House of Raminten (Kotabaru) – buat yang pengin “Jogja banget”
Raminten itu tempat yang sering dipilih kalau kamu pengin suasana Jawa yang kental, agak teatrikal tapi tetap santai. Ada sudut-sudut yang bikin kamu pengin duduk lama—entah buat ngobrol, entah buat nunggu hujan reda.
Yang dijual: pilihan menu Nusantara dengan nama-nama khas Raminten (kategori makanan utama, lauk, dessert, snack, sampai minuman). Kalau kamu suka eksplor menu yang “unik tapi tetap aman”, Raminten biasanya seru.
Cocok untuk: kamu yang ajak teman, pasangan, atau keluarga yang suka suasana tradisional.
Kapan enak dikunjungi: sore menjelang malam (sekitar setelah jam 16.00) kalau kamu pengin vibe lampu-lampunya, tapi kalau liburan panjang biasanya lebih nyaman datang di luar jam makan puncak.

Jejamuran (Sleman) – tempat makan keluarga di jogja “ramah semua orang”
Kalau kamu punya anggota keluarga yang seleranya beda-beda (ada yang vegetarian, ada yang tetap pengin lauk “berasa”), Jejamuran sering jadi jalan tengah. Tempatnya juga terasa “keluarga”, jadi rombongan tidak gampang kikuk.
Yang dijual: aneka olahan jamur—mulai yang berkuah sampai yang dibakar/goreng—dan ada opsi menu lain juga. Banyak orang datang karena pengin cobain pengalaman makan serba jamur yang tetap familiar di lidah.
Cocok untuk: keluarga besar, grup teman, atau kamu yang butuh opsi vegetarian/lebih “light”.
Kapan enak dikunjungi: datang agak awal buat makan siang (sekitar 11.00) atau di awal jam makan malam—biar kamu masih leluasa milih tempat duduk dan pesanan cepat keluar.
Baca Juga : Tempat makan keluarga saat Lebaran di Jogja: pilihan yang nyaman buat kumpul tanpa ribet
Bale Raos (area Keraton) – buat yang pengin kuliner dengan cerita
Bale Raos punya nuansa “tenang” dan terasa cocok buat kamu yang pengin makan sambil ngerasain sisi historis Jogja. Ini tipe tempat yang enak didatangi bareng orang tua, atau tamu yang lagi kamu ajak kenalan sama Jogja.
Yang dijual: hidangan khas Keraton (di websitenya ada daftar menu restoran), dan biasanya orang datang karena penasaran menu-menu dengan nama dan latar cerita yang khas.
Cocok untuk: keluarga, terutama kalau ada orang tua; juga cocok buat kamu yang bawa tamu dari luar kota.
Kapan enak dikunjungi: siang menjelang sore, setelah keliling Keraton/Tamansari—jadi satu rangkaian yang nyambung.
Mediterranea Restaurant by Kamil (Mantrijeron) – buat brunch santai atau dinner yang rapi
Kalau kamu butuh tempat yang suasananya lebih “tenang dan rapi”, Mediterranea sering jadi pilihan. Cocok buat kamu yang pengin ngobrol lama tanpa keburu suasana ramai.
Yang dijual: menu bergaya Mediterania/French (ada breakfast menu dan pilihan menu lain yang bisa kamu lihat di halaman menu).
Cocok untuk: pasangan, teman dekat, atau kamu yang pengin quality time.
Kapan enak dikunjungi: pagi–menjelang siang untuk brunch, atau dinner agak awal supaya tidak terlalu padat.
Sate Klathak Pak Pong – buat yang pengin “makan nendang” setelah jalan seharian
Ada momen liburan di Jogja yang ujungnya pengin makan yang “berasa”, apalagi habis muter-muter. Sate klathak biasanya masuk kategori itu: simpel, kuat, dan cocok buat penutup hari.
Yang dijual: sate klathak dan menu kambing lain (di kanal resminya dan listing GoFood biasanya tercantum juga menu seperti tongseng, tengkleng, dll.).
Cocok untuk: kamu yang bareng teman, keluarga yang doyan olahan kambing, atau rombongan yang pengin makan cepat dan puas.
Kapan enak dikunjungi: sore ke malam. Kalau kamu tidak suka antre panjang, datang di luar jam makan malam puncak.
Mang Engking Soragan Castle – buat rombongan yang pengin suasana “gubuk” dan menu seafood
Kalau rombongan kamu pengin makan di tempat yang lega dan enak buat rame-rame (ngobrolnya tidak ketabrak meja sebelah), model resto seperti Mang Engking sering dipilih.
Yang dijual: menu seafood dan ikan (misalnya udang bakar madu dan gurame bumbu cobek jadi andalan yang sering disebut).
Cocok untuk: keluarga besar, acara kecil, atau makan bareng setelah perjalanan.
Kapan enak dikunjungi: makan siang agak awal atau sore menjelang malam.
Tips memilih resto di Jogja biar sesuai kebutuhan kamu
- Kalau bawa keluarga besar: pilih tempat yang layout-nya lega (Jejamuran atau Mang Engking tipe yang relatif ramah rombongan).
- Kalau bawa orang tua: cari yang aksesnya gampang dan suasananya tidak terlalu bising (Bale Raos sering aman untuk ini).
- Kalau kamu anti-ramai: kuncinya bukan cuma “tempatnya”, tapi jam datangnya. Usahakan di luar jam puncak (11.30–13.00 dan 18.30–20.00 biasanya mulai padat di banyak area wisata).
- Kalau cuma punya 1 hari di Jogja: pilih 1 resto “bercerita” (siang) + 1 resto “hangat dan simpel” (malam). Ritmenya enak.
Berlibur ke Jogja sekalian mampir ke Magelang: Borobudur lalu Bukit Rhema
Kalau kamu nginap di Jogja dan pengin day trip, rutenya cukup realistis: Jogja → Borobudur (sekitar 40 km, 1–1,5 jam) tergantung lalu lintas.
Dari Borobudur ke Bukit Rhema juga dekat—banyak sumber menyebut sekitar beberapa menit berkendara dan jaraknya beberapa kilometer dari area Borobudur.
Bagaimana pelayanan di wisata Bukit Rhema?
Daya tarik Bukit Rhema bukan cuma bentuk bangunannya yang ikonik, tapi juga suasana “hijau dan lega”-nya. Di situs resminya, Bukit Rhema menekankan area wisata religi (termasuk ruang doa) dan pengalaman menikmati alam/area sekitar.
Kalau kamu butuh istirahat sambil makan, area kuliner di kawasan ini juga ada—dan sering jadi titik rehat setelah dari Borobudur. (Gereja Ayam sendiri juga dikenal memiliki café/souvenir shop.)
Siapa saja yang bisa kamu ajak ke Borobudur dan Bukit Rhema?
- Keluarga inti (anak–orang tua), terutama kalau pengin jalan yang ritmenya santai.
- Keluarga besar/rombongan kecil, asal timingnya diatur biar tidak mepet.
- Pasangan yang suka tempat foto dengan view alam.
- Teman-teman yang pengin itinerary “sehari dapat Jogja + Magelang”.
Berhenti makan di Kedai Bukit Rhema (contoh cerita yang sering kejadian)
Kalau kamu cari tempat makan dekat Candi Borobudur untuk keluarga, Kedai Bukit Rhema sering jadi pilihan yang “aman”: area luas, suasananya cenderung tenang, dan menunya cukup gampang disepakati lintas usia. Di websitenya juga memang diposisikan untuk keluarga dan rombongan, plus ada fasilitas seperti area anak/playground.
Nah, kebayang skenario paling real: kamu datang ber-8 orang, habis dari Borobudur—biasanya yang dicari itu menu yang gampang dibagi dan tidak bikin debat panjang. Di Kedai Bukit Rhema, Ayam Bakar Nusantara sering dipilih karena tipenya “menu keluarga” dan memang tercantum di menu mereka.
Ada juga cerita kunjungan Ria SW yang sempat memilih Ayam Bakar Nusantara saat mampir sarapan di sana (tercantum di kanal mereka).
Bagian favoritnya biasanya justru momen setelah makan: naik ke spot yang view-nya kebuka, duduk agak lama, lalu pesan penutup manis—misalnya cake cokelat—buat nutup perjalanan. Dan kalau kamu dapat cuaca “Magelang banget” (gerimis kecil, perbukitan berkabut tipis), suasananya jadi adem dan terasa pelan. Itu tipe momen yang bikin liburan terasa nggak buru-buru.
Resto di Jogja mana yang nyaman untuk keluarga besar dan tidak terlalu bising?
Pilihan yang biasanya “aman” buat rombongan karena tempatnya lega (jadi obrolan nggak ketabrak suara meja lain):
Mang Engking Soragan Castle (Bantul) — konsep saung/gubug, area luas, cocok buat keluarga besar. Jam buka info resminya 10.00–21.00.
Jejamuran (Sleman) — family-friendly, tempatnya relatif lega, menunya banyak yang “aman” buat lintas usia. Jam operasional di akun resminya 09.00–21.00.
Bale Raos (area Keraton) — vibes-nya lebih tenang dan “rapi”, cocok kalau bawa orang tua. Jam buka di akun resminya 10.00–22.00.
Tips biar makin nggak bising: minta meja di area yang tidak dekat pintu masuk/kasir, dan datang sebelum jam puncak.
Kapan waktu terbaik berkunjung saat weekend/liburan supaya tidak antre lama?
Pola paling aman di Jogja (terutama kalau rombongan):
Makan siang: datang sebelum 11.30
Alternatif sepi: setelah 13.30–14.30
Makan malam: datang 17.00–18.00 (sebelum puncak 19.00–20.00)
Kalau weekend/libur panjang, rombongan 6–10 orang biasanya lebih nyaman reservasi (kalau restonya menyediakan).
Apa saja jenis makanan yang umum dijual di resto keluarga di Jogja (menu aman anak & orang tua)?
Umumnya resto keluarga main di menu yang gampang diterima semua umur:
Ayam (bakar/goreng), ikan (gurame/lele), tahu-tempe, sayur tumis/kuah (sop/sayur bening), nasi goreng, mie/bihun, minuman hangat/dingin.
Biasanya sambal bisa dipisah → aman buat anak & orang tua.
Contoh biar kebayang:
Mang Engking kuat di menu ikan/seafood.
Jejamuran punya banyak olahan jamur (tetap familier rasanya).
Bagaimana rute paling praktis Jogja → Candi Borobudur → Bukit Rhema (sehari)?
Rute simpel (mobil): Jogja → Jalan Raya Yogyakarta–Magelang → Muntilan → Borobudur. Rute ini juga sering disebut sebagai jalur praktis dari Malioboro.
Perkiraan waktu: Jogja (Malioboro) → Borobudur sekitar ±40 km / ±1–1,5 jam tergantung lalu lintas.
Borobudur → Bukit Rhema: dekat, sekitar ±2,5 km (umumnya ±5–10 menit tergantung akses yang kamu ambil).
Itinerary santai (tanpa ngebut):
06.00 berangkat Jogja
07.30–10.30 Borobudur
10.45–11.30 makan siang (area Borobudur)
12.00–15.30 Bukit Rhema (lebih enak kalau cuaca adem/sore)
Apakah Bukit Rhema ramah untuk anak-anak & orang tua? Tips biar nyaman
Secara umum ramah, tapi ada tanjakan/jalan kaki di beberapa bagian. Enaknya, ada opsi shuttle/jeep (di info resmi bahkan ada “Ticket Jeep”).
Jam buka patokan: di halaman kontak resmi tertulis 06.00–19.00, dan loket tiket tutup 17.45.
Tips biar tetap nyaman:
Datang pagi (06.00–09.00) atau sore (15.00–17.00) biar tidak terik & tidak terlalu ramai.
Pakai sepatu anti-selip, bawa payung/jas hujan tipis (area perbukitan sering gerimis).
Kalau bawa lansia/anak kecil: pakai shuttle/jeep supaya tenaga tidak habis duluan.
Sisipkan jeda: duduk, minum, baru lanjut naik ke spot view.
Kalau kamu start-nya dari Malioboro / Sleman / Bantul, bilang saja—aku bikinin rute “paling nggak muter” + jam berangkat yang paling aman buat rombongan keluarga.
Kalau kamu lagi menyusun rencana makan selama liburan, anggap daftar resto di Jogja ini sebagai “peta suasana”: ada yang cocok buat rame-rame, ada yang pas buat ngobrol pelan, ada yang enak buat menutup hari. Dan kalau kamu punya waktu lebih, lanjutkan satu hari ke Magelang—Borobudur lalu Bukit Rhema—supaya perjalananmu punya versi “kota” dan “alam” sekaligus.