Tempat buka bersama di Jogja: 5 pilihan yang nyaman, plus ide ngabuburit Borobudur–Bukit Rhema

Cafe Bukit Rhema Borobudur

Jogja itu punya “ritme” sendiri saat Ramadan. Menjelang maghrib, kota ini biasanya ramai tapi tetap terasa hangat: orang berburu takjil, cari parkir, lalu duduk bareng orang-orang terdekat sambil ngobrol hal-hal kecil yang justru bikin kangen. Kalau kamu lagi nyari tempat buka bersama di Jogja, yang paling membantu biasanya bukan daftar “mana yang paling”, tapi: suasananya seperti apa, cocok buat siapa, dan kapan enaknya datang biar nggak keburu penuh.

Di bawah ini aku rangkum beberapa tempat yang sering dipilih orang untuk bukber—dengan gaya yang santai: kita ngobrolin vibe, bukan review teknis.

Baca juga : Menu Buka Bersama di Kedai Bukit Rhema Magelang yang Nyaman Buat Rame-rame Tahun 2026


Kenapa bukber di Jogja terasa gampang “klik”

Yang bikin bukber di Jogja enak itu kombinasi tiga hal: pilihan tempatnya banyak (dari nuansa Jawa sampai tepi danau), jarak antarkawasan relatif dekat, dan budaya “ngumpul” di sini memang kuat. Tapi karena itu juga, beberapa tempat cepat penuh saat jam-jam favorit.

Kalau tujuan kamu adalah ngobrol panjang, ketemu keluarga besar, atau reuni teman lama, pilih tempat yang:

  • punya ruang duduk lega,
  • alur pesanannya jelas,
  • parkirnya nggak bikin stres,
  • dan (kalau perlu) bisa reservasi.

Rekomendasi tempat buka bersama di Jogja yang sering jadi pilihan

The House of Raminten (Kotabaru) — buat yang kangen nuansa Jawa yang “hidup”

Raminten punya suasana Jawa yang unik dan ramai, tapi bukan ramai yang bikin sumpek—lebih ke “ramai karena banyak cerita”. Cocok kalau kamu bukber sama teman kantor, teman lama, atau keluarga yang pengin suasana Jogja banget tanpa harus jauh-jauh keluar kota.

Kapan enak datang: kalau kamu tipe yang suka duduk santai sebelum adzan, datang lebih awal itu menyelamatkan mood. Jam bukanya panjang (09.00–24.00), jadi kamu bisa atur ritme tanpa kejar-kejaran.
Catatan kecil soal pengalaman makan: menunya beragam, jadi enak untuk rombongan yang seleranya beda-beda. Biasanya tempat seperti ini terasa “pas” untuk bukber karena kamu bisa pesan ramai-ramai tanpa takut ada yang kebagian pilihan terlalu sedikit.


The Westlake Resto (Ringroad Barat) — buat keluarga besar yang pengin tempat lega

Kalau kamu membayangkan bukber yang bisa sambil lihat air, duduk di gazebo, dan suasananya lebih “piknik sore”, Westlake sering jadi jawaban. Tempatnya luas dan modelnya family-friendly, jadi cocok untuk keluarga besar, arisan, atau bukber sekantor.

Kapan enak datang: target aman biasanya 60–90 menit sebelum maghrib, apalagi di weekend. Jam operasionalnya (umumnya 10.00–22.00) bikin kamu tetap punya waktu untuk duduk, pesan, dan ngobrol tanpa terburu-buru.
Pelayanan & rasa (yang biasanya kerasa): tempat besar biasanya punya sistem layanan yang lebih “terstruktur” untuk rombongan—enak kalau kamu ingin momen bukbernya rapi, nggak chaos saat pesanan datang.


Jejamuran (Sleman) — buat yang pengin bukber rame tapi tetap santai

Jejamuran itu tipe tempat yang sering dipilih karena gampang dinikmati bareng-bareng: konsepnya jelas, tempatnya luas, dan menunya punya karakter sendiri (serba jamur). Lokasinya di Sleman, dan sering jadi titik temu kalau anggota rombongan datang dari arah berbeda.

Kapan enak datang: karena jam bukanya sampai sekitar malam (umumnya 09.00–21.00), kamu bisa datang lebih awal buat “pemanasan ngobrol” sebelum adzan.
Yang bikin nyaman untuk bukber: menu jamur biasanya terasa ringan tapi tetap “nendang” di bumbu—cocok kalau kamu pengin makan enak tapi nggak terlalu berat untuk awal berbuka.


Bale Raos (area Keraton) — buat bukber yang tenang, cocok ngajak orang tua

Bale Raos menarik kalau kamu bukber sambil “mengajak pulang” suasana Jogja klasik. Lokasinya di area Keraton, jadi feel-nya berbeda: lebih kalem, lebih tradisional, cocok buat keluarga atau kamu yang pengin bukber sambil ngobrol pelan.

Kapan enak datang: karena bukanya sekitar 10.00–22.00, kamu bisa datang sore dan tetap punya waktu.
Soal rasa & pelayanan: masakan dengan akar tradisi biasanya menang di rempah dan cerita. Tempat seperti ini cocok kalau kamu pengin bukber yang “berasa Jogja”-nya, bukan sekadar tempat duduk.


Mang Engking Soragan Castle — buat rombongan yang pengin saung dan suasana air

Kalau rombongan kamu suka konsep saung, kolam, dan tempat yang bisa bikin anak-anak (atau orang dewasa) betah karena banyak yang dilihat, Mang Engking Soragan Castle bisa jadi opsi. Alamatnya di Soragan, Kasihan, Bantul, dan jam bukanya sekitar 10.00–21.00.

Kapan enak datang: sore sebelum maghrib itu biasanya paling nyaman—cahayanya bagus, suasananya juga lebih adem.

Baca juga : 3 Tempat Destinasi Wisata Saat Lebaran di Yogyakarta


Kapan waktu paling enak untuk bukber biar nggak keburu penuh

Secara realistis, jam “rawan” itu mulai 16.30 sampai menjelang maghrib—apalagi Jumat–Minggu. Jadi kamu bisa pilih salah satu strategi ini:

  • Tim santai: datang 60–90 menit sebelum maghrib (enak buat ngobrol, pesan takjil, dan pilih tempat duduk yang nyaman).
  • Tim praktis: datang mepet tapi siap waiting list (cocok kalau kamu nggak masalah bukanya sedikit telat).
  • Kalau rombongan besar: reservasi itu game-changer—setidaknya untuk memastikan kamu nggak “pecah meja”.

Pelayanan dan rasa: hal yang biasanya paling terasa saat bukber

Bukber itu bukan cuma soal “enak”, tapi soal mengalir. Yang biasanya bikin pengalaman terasa nyaman:

  1. Alur pesanan jelas
    Tempat yang terbiasa handle rombongan biasanya lebih cepat mengarahkan: mau prasmanan/paket/ala carte, pesan dulu atau pilih tempat dulu.
  2. Meja dan kursi nggak bikin kamu tegang
    Kalau bukbernya untuk keluarga, cari yang kursinya nyaman dan jarak antarmeja nggak terlalu rapat.
  3. Rasa yang aman untuk banyak kepala
    Untuk bukber rame-rame, menu yang “mudah disepakati” biasanya menang: olahan Nusantara, seafood, atau menu tradisional yang familiar. Di sinilah tempat seperti Westlake, Bale Raos, atau Raminten sering jadi pilihan.

Sebelum berbuka: ngabuburit dulu ke Candi Borobudur (kalau kamu pengin versi “Ramadan road trip”)

Kalau kamu ingin ngabuburit yang lebih berkesan, kamu bisa bikin rencana: siang berangkat dari Jogja → sore di Borobudur → lanjut ke Bukit Rhema. Dari area Malioboro ke Borobudur kira-kira sekitar 40 km (sekitar 1–1,5 jam berkendara, tergantung lalu lintas).

Borobudur sendiri punya jam kunjungan area (temple yard) sekitar 07.00–17.00 dan loket sampai sekitar 16.30.
Kalau kamu ingin pengalaman naik ke struktur candi, informasinya biasanya punya jam operasional tersendiri (misalnya 09.00–17.00).

Tips biar nggak mepet: jadikan Borobudur sebagai agenda sore (bukan last-minute), karena kamu butuh waktu jalan kaki dan foto tanpa terburu-buru.


Setelah dari Borobudur: mampir ke wisata Bukit Rhema (dekat, cocok untuk “menutup hari”)

Dari Borobudur ke Bukit Rhema itu dekat—sekitar 2,5–3 km-an (kurang lebih 5–10 menit berkendara, tergantung rute).
Jam operasional Bukit Rhema bisa berubah mengikuti musim dan event, tapi info operasional harian sering diumumkan di kanal resminya (contoh info jam buka 06.00–19.00).

Kalau kamu ingin sekalian makan/istirahat di area sana, Kedai Bukit Rhema juga punya info booking via WhatsApp.

Siapa saja yang enak diajak ke Bukit Rhema?

  • Keluarga (apalagi yang suka tempat luas dan pemandangan)
  • Pasangan (vibe-nya sering terasa tenang, cocok buat ngobrol)
  • Teman dekat / komunitas kecil (enak buat foto dan menikmati suasana)
  • Rombongan kantor yang pengin variasi agenda selain makan (asal atur waktu dan transportnya)
tempat buka bersama di jogja
tempat buka bersama di jogja

Tips singkat memilih tempat bukber sesuai kebutuhan kamu

  • Kalau prioritasnya ngobrol lama & suasana Jogja: Raminten atau Bale Raos.
  • Kalau bawa keluarga besar dan butuh tempat lega: Westlake.
  • Kalau pengin menu unik tapi tetap aman buat rame-rame: Jejamuran.
  • Kalau rombongan pengin saung dan suasana air: Mang Engking Soragan Castle.
  • Kalau kamu sekalian road trip Borobudur–Bukit Rhema: jangan lupa hitung waktu pulang—atau sekalian rencanakan buka di area Magelang biar nggak dikejar adzan.

FAQ (5 pertanyaan, informasional & kredibel)

1. Kapan waktu terbaik datang ke tempat buka bersama di Jogja supaya tidak antre lama?

Umumnya 60–90 menit sebelum maghrib adalah waktu paling aman, terutama Jumat–Minggu. Kalau rombongan besar, reservasi lebih membantu agar tidak “pecah meja”.

2. Tempat buka bersama di Jogja yang paling cocok untuk keluarga besar itu seperti apa cirinya?

Cari yang area duduknya lega, parkir mudah, ada pilihan menu yang aman untuk semua usia, dan pelayanannya terbiasa menangani rombongan (biasanya terlihat dari alur pesan yang rapi).

3. Kalau bukber bareng teman kantor atau reuni, pilih tempat yang suasananya seperti apa?

Pilih tempat yang tidak terlalu bising, jarak meja cukup nyaman untuk ngobrol, serta punya variasi menu supaya semua orang bisa memilih tanpa ribet.

4. Apakah memungkinkan ngabuburit ke Borobudur dulu lalu lanjut buka puasa tanpa terburu-buru?

Bisa, asal berangkat lebih siang dan kamu hitung waktu perjalanan + waktu jalan kaki di area wisata. Hindari mepet maghrib supaya tidak stres cari parkir atau kejar waktu.

5. Dari Borobudur ke Bukit Rhema apakah dekat, dan siapa yang cocok diajak ke sana setelah wisata?

Relatif dekat dan cocok untuk keluarga, pasangan, maupun teman dekat yang ingin menikmati pemandangan dan suasana tenang setelah dari Borobudur. Jika ingin sekalian makan, cek jam operasional dan opsi reservasi di tempat tujuan.

Wajib Berkunjung Kesini

Bukber yang berkesan itu seringnya sederhana: tempatnya bikin kamu nyaman duduk, makanannya mudah dinikmati bareng, dan waktunya nggak bikin panik. Semoga rekomendasi tempat buka bersama di Jogja ini bantu kamu memilih sesuai kebutuhan—mau yang Jawa banget, yang tepi danau, yang ramah rombongan, atau yang sekalian nyambung ke itinerary Borobudur–Bukit Rhema.

Kalau kamu mau, sebutkan: bukbernya rencana berapa orang, kamu start dari area mana (Malioboro/Kotabaru/Gejayan/Jogja Barat), dan kamu tim “datang awal” atau “mepet maghrib”—nanti aku bikinin opsi yang paling nyambung.

Leave a Reply