3 Tempat Destinasi Wisata Saat Lebaran di Yogyakarta
Lebaran di Yogyakarta biasanya terasa ramai tapi tetap hangat. Banyak orang memilih kota ini untuk liburan karena pilihan wisatanya beragam: ada budaya, ada pemandangan, ada tempat santai buat keluarga.
Kalau kamu lagi cari Destinasi Wisata Saat Lebaran di Yogyakarta yang gampang disusun jadi itinerary, aku biasanya menyarankan mulai dari area timur Yogya dulu (Prambanan dan sekitarnya), lalu geser ke selatan (pantai/tebing), baru kalau masih kuat lanjut day trip ke Borobudur.
Di bagian ini, aku fokus ke 3 tempat yang “rasanya pas” buat mayoritas orang. Bukan karena paling ini-itu, tapi karena suasananya kontras satu sama lain, jadi liburannya tidak terasa monoton.
Baca Juga : Tempat Makan di Borobudur
Candi Prambanan: klasik, lapang, dan enak dinikmati pelan
Candi Prambanan adalah salah satu destinasi wisata saat lebaran di Yogyakarta, itu tipe tempat yang bikin kamu otomatis jalan lebih pelan. Kompleksnya luas, jadi cocok buat kamu yang liburan bareng keluarga, atau yang pengin banyak foto dengan latar bangunan candi. Lokasinya ada di kawasan Prambanan, Sleman, dan juga berbatasan dengan Klaten.
Waktu yang enak biasanya pagi atau menjelang sore. Kalau siang bolong, panasnya lumayan terasa—terutama kalau kamu datang membawa orang tua atau anak kecil.
Tebing Breksi: view luas dan vibe “nongkrong di ketinggian”
Kalau kamu suka tempat yang lebih santai dan fotogenik, Tebing Breksi bisa jadi selingan yang menyenangkan. Tempat ini berada di Sambirejo, Prambanan, Sleman—jadi masih satu area dengan Prambanan dan relatif mudah disambung dalam satu rute.
Suasananya cenderung “nggak seformal candi”. Banyak orang datang untuk duduk-duduk, lihat pemandangan, dan menunggu cahaya sore yang bikin foto terlihat lebih hangat.
Obelix Sea View: duduk santai menghadap laut, cocok buat menutup hari
Kalau kamu pengin penutup hari yang lebih “lepas”, Obelix Sea View bisa jadi pilihan. Lokasinya di Giricahyo, Purwosari, Gunungkidul (area selatan Yogyakarta), dan konsepnya memang tempat menikmati pemandangan laut dari ketinggian.
Aku suka menempatkan Obelix Sea View di sore sampai malam. Jadi setelah seharian jalan, kamu tinggal duduk, ngemil, ngobrol, dan menikmati angin selatan.
Experience di Candi Prambanan: foto dan pemandu
Kalau kamu datang ke Prambanan cuma untuk foto, itu sudah sah-sah saja—memang cantik. Tapi kalau kamu punya waktu sedikit lebih longgar, ada dua hal yang bisa bikin kunjunganmu terasa lebih berisi: cara foto yang pas dan memakai pemandu.
Foto: datang saat cahaya lebih lembut
Kunci foto Prambanan biasanya bukan kameranya, tapi waktunya. Pagi dan sore membuat bayangan lebih lembut dan langit lebih “niat”.
Kalau kamu datang saat Lebaran, kemungkinan ramai itu ada. Triknya: ambil foto agak menjauh dari jalur utama dulu, baru mendekat setelah kamu dapat momen yang lebih kosong.
Pemandu: membantu kamu mengerti cerita di balik relief
Prambanan punya relief dan kisah yang panjang—dan sering kali kita cuma lewat karena tidak tahu sedang melihat apa. Kalau kamu tipe yang suka cerita dan konteks, ikut tur dengan pemandu bisa bikin pengalaman lebih hidup.
Ini juga membantu kalau kamu bawa keluarga besar. Anak biasanya lebih fokus kalau ada yang “mendongengkan” tempatnya, dibanding hanya disuruh jalan.
Setelah dari Candi Prambanan, lanjut ke Borobudur
Nah, ini bagian yang sering ditanya: “Bisa nggak habis Prambanan lanjut Borobudur?”
Secara jarak, memungkinkan. Perjalanan Prambanan ke Borobudur sekitar 52 km dan kisaran waktu tempuh sekitar 1,5 jam (tergantung lalu lintas dan jam berangkat).
Tapi yang perlu kamu pikirkan adalah energinya. Kalau kamu dari pagi sudah keliling Prambanan + Tebing Breksi, lalu baru jalan ke Borobudur, biasanya badan mulai “turun” di tengah jalan. Tapi jangan khawatir karena di Borobudur selain wisata juga banyak cafe dan resto, salah satunya Kedai Bukit Rhema.
Bukit Rhema: opsi destinasi setelah Borobudur yang suasananya beda

Kalau kamu sudah sampai Borobudur, kamu bisa sekalian mampir ke Bukit Rhema (yang sering orang sebut “Gereja Ayam”). Tempat ini berada di perbukitan dekat Borobudur, di wilayah Karangrejo dan Kembanglimus, Magelang.
Yang bikin menarik: ini bukan “candi lagi”, jadi rasanya beda. Vibenya lebih ke melihat pemandangan, foto, dan menikmati suasana bukit yang cenderung lebih tenang.
Dari Borobudur sendiri, jaraknya dekat—sering disebut sekitar 3 km dan kurang lebih belasan menit berkendara.
Baca Juga : Resto dan Cafe Kedai Bukit Rhema: Niatnya Imlek, Bonusnya View yang Bikin Betah
Bagaimana akses dari Candi Prambanan ke Bukit Rhema Borobudur?
Ini versi yang paling gampang dipahami: kamu bergerak dari timur Yogya (Prambanan) menuju barat-laut (Borobudur), lalu naik sedikit ke perbukitan area Bukit Rhema.
Kendaraan pribadi / sewa mobil + sopir
Kalau kamu bawa keluarga atau rombongan, ini biasanya paling nyaman. Dari Prambanan, kamu bisa arahkan perjalanan menuju Borobudur lewat koridor jalan utama Yogyakarta–Magelang (orang sering menyebutnya “lewat Jalan Magelang”), lalu lanjut ke area Mungkid/Borobudur.
Setelah sampai Borobudur, lanjut lagi ke Bukit Rhema yang jaraknya dekat. Medannya cenderung menanjak saat mendekati area bukit, jadi pastikan kondisi kendaraan oke.
Transport umum sampai Borobudur, lanjut ojek/transport lokal
Kalau kamu tidak bawa kendaraan, biasanya pola umumnya: dari Yogyakarta ke Borobudur dulu (misalnya lewat terminal), lalu lanjut ke Bukit Rhema pakai transport lokal. Beberapa panduan transport menyebut kamu bisa sambung bus dari titik tertentu di Yogya menuju Borobudur.
Setelah itu, jarak Borobudur ke Bukit Rhema dekat, jadi realistis untuk disambung ojek atau kendaraan sewaan setempat.
Tips singkat biar itinerary Lebaran kamu tetap nyaman
Datang lebih pagi itu bukan cuma buat menghindari ramai. Tapi juga buat menghindari panas dan bikin kamu punya “cadangan waktu” kalau jalanan padat.
Pilih maksimal 2 spot besar per hari kalau kamu bawa keluarga dengan anak kecil atau orang tua. Lebaran itu gampang bikin jadwal molor, dan memaksa itinerary padat biasanya malah bikin capek.
Terakhir, cek info operasional terbaru sebelum berangkat, terutama saat periode libur panjang. Jam buka dan aturan kunjungan bisa berubah menyesuaikan kondisi dan pengelolaan tempat.
FAQ – Pertanyaan Yang Sering Muncul
Kapan waktu yang enak untuk berkunjung saat Lebaran biar nggak terlalu padat?
Kalau kamu pengin lebih lega buat foto dan jalan santai, biasanya pagi lebih nyaman untuk Prambanan dan Tebing Breksi. Untuk Obelix Sea View, banyak orang memilih sore menjelang sunset, tapi itu juga jam favorit—jadi kalau pengin lebih tenang, datang lebih awal lalu santai nunggu golden hour. Jam operasional Obelix bisa kamu cek juga di info resminya karena ada perbedaan weekday vs weekend/libur.
Bisa nggak Prambanan – Tebing Breksi – Obelix Sea View dalam 1 hari?
Bisa, tapi jadinya cukup padat—apalagi saat Lebaran, lalu lintas dan antrian sering bikin durasi molor. Kalau kamu bawa anak atau orang tua, lebih realistis pilih 2 spot besar saja per hari: misalnya Prambanan + Breksi (satu area), lalu Obelix di hari berbeda.
Berapa jarak dan waktu tempuh dari Candi Prambanan ke Borobudur (lanjut Bukit Rhema)?
Sebagai gambaran, rute Prambanan → Borobudur sering disebut sekitar 52 km dengan waktu tempuh kurang lebih ±1,5 jam, tergantung kondisi jalan.
Kalau sudah di Borobudur dan kamu lanjut ke Bukit Rhema, jaraknya relatif dekat (umumnya belasan menit berkendara, tergantung titik berangkat dan kondisi jalan).
Akses paling nyaman dari Prambanan ke Borobudur dan Bukit Rhema itu naik apa?
Kalau kamu bawa keluarga, opsi paling nyaman biasanya mobil pribadi atau sewa mobil + sopir, karena rutenya lintas kabupaten dan kamu bisa lebih fleksibel berhenti istirahat/makan. Kalau pakai transport umum, biasanya perlu kombinasi beberapa moda dan sambung transport lokal saat mendekati Borobudur/Bukit Rhema.
Apa yang perlu disiapkan biar liburan Lebaran di Jogja tetap nyaman?
Cek jam buka & aturan terbaru tiap destinasi (Lebaran kadang ada penyesuaian).
Pakai sepatu nyaman dan bawa air minum—area candi dan tebing biasanya banyak jalan kaki.
Kalau targetmu foto, siapin waktu ekstra karena spot populer cenderung ramai.
Untuk Obelix, kamu bisa cek opsi reservasi/kontak resminya jika datang rombongan.
Wajib Untuk Mengunjungi!
Kalau kamu ingin rangkaian Destinasi Wisata Saat Lebaran di Yogyakarta yang berasa “komplet”, kombinasi Prambanan – Tebing Breksi – Obelix Sea View itu sudah memberi rasa budaya + pemandangan + santai.
Kalau kamu punya waktu lebih (atau memang niat lintas kota), lanjut ke Borobudur dan mampir ke Bukit Rhema bisa jadi penutup yang beda suasana. Tinggal sesuaikan dengan gaya liburanmu: kamu tipe gas terus, atau tipe pelan-pelan tapi berasa.