Menelusuri Jajanan Tradisional Magelang Jogja

Jajanan tradisional Magelang Jogja

Jajanan tradisional Magelang Jogja selalu punya cara unik untuk bikin perjalanan terasa lebih hidup. Buat saya, rute darat antara Magelang dan Yogyakarta bukan sekadar jalan penghubung dua kota, tapi jalur “gerilya rasa” yang penuh kejutan—dari getuk legendaris di Magelang, tape ketan segar di Muntilan, sampai kipo kecil yang mulai langka di Kotagede. Setiap kali melintas, rasanya selalu ada alasan untuk menepi sebentar, mencicipi satu-dua camilan lokal, lalu membawa pulang kenangan dalam bungkus makanan.

Kadang saya berpikir bahwa oleh-oleh bukan sekadar buah tangan untuk orang di rumah, tapi juga cara kita menyimpan memori perjalanan tersebut dalam bentuk rasa. Di sepanjang Magelang hingga sudut-sudut Jogja, pilihan jajanan tradisionalnya sangat beragam. Ada yang manisnya legit menggigit, ada yang gurih menenangkan, hingga yang punya tekstur unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan di rute ini, saya ingin berbagi beberapa rekomendasi jajanan yang menurut saya layak untuk dicicipi agar perjalananmu terasa lebih lengkap.

Baca Juga: Tempat Makan Rombongan Dekat Borobudur: Review Kedai Bukit Rhema untuk Keluarga & Grup

Getuk Trio, Legenda Manis dari Kota Magelang – Jajanan Tradisional Magelang Jogja

Jajanan tradisional Magelang Jogja
getuk trio Magelang

Memasuki Kota Magelang, pandangan kamu pasti akan sering tertuju pada toko-toko yang menjajakan Getuk Trio. Jajanan ini bisa dibilang sudah menjadi identitas bagi Magelang. Yang membuat saya selalu tertarik dengan Getuk Trio adalah tampilannya yang sederhana namun estetik dengan tiga lapisan warna: putih, cokelat, dan merah muda (atau terkadang krem). Teksturnya sangat halus, berbeda dengan getuk lindri yang biasa kita temui di pasar tradisional yang cenderung lebih kasar serat singkongnya.

Saat mencicipinya, rasa manis yang muncul tidak berlebihan, ada jejak rasa gurih dari santan yang menyatu dengan lembutnya singkong pilihan. Saran saya, jika kamu membeli Getuk Trio, perhatikan masa kedaluwarsanya karena biasanya jajanan ini tidak menggunakan pengawet tambahan, sehingga hanya bertahan sekitar dua sampai tiga hari. Menikmati sepotong getuk ini ditemani segelas teh hangat saat sore hari benar-benar bisa mengembalikan energi setelah lelah berkeliling Candi Borobudur atau pusat kota.

Kesegaran Tape Ketan Hijau khas Muntilan – Jajanan Tradisional Magelang Jogja

Jajanan tradisional Magelang Jogja
tape ketan Muntilan

Melanjutkan perjalanan sedikit keluar dari Magelang ke arah Jogja, kamu akan melewati daerah Muntilan. Di sepanjang jalan raya utama, banyak berjajar penjual Tape Ketan yang biasanya dikemas dalam wadah plastik atau toples kecil. Yang unik dari Tape Ketan Muntilan adalah warnanya yang hijau segar, yang didapatkan secara alami dari ekstrak daun suji dan daun pandan. Aromanya sangat khas, perpaduan antara wangi pandan dan aroma fermentasi yang tajam namun segar.

Saya pribadi sangat suka sensasi air tapenya yang manis dan sedikit asam saat pertama kali menyentuh lidah. Tekstur ketannya tetap utuh namun sangat lembut saat digigit. Biasanya, tape ini dibungkus dengan plastik kecil-kecil yang memudahkan kita untuk langsung memakannya. Selain dimakan langsung, Tape Ketan Muntilan ini juga enak sekali jika dicampur dengan es buah atau sekadar air putih dingin. Ini adalah pilihan yang tepat kalau kamu mencari sesuatu yang segar untuk dibawa pulang.

Jadah Tempe Kaliurang, Harmoni Gurih dan Manis – Jajanan Tradisional Magelang Jogja

Jajanan tradisional Magelang Jogja
jadah tempe Kaliurang

Jika kamu memutuskan untuk sedikit berbelok ke arah lereng Gunung Merapi atau kawasan Kaliurang, ada satu kombinasi makanan yang menurut saya sangat jenius: Jadah Tempe. Mungkin bagi sebagian orang, menggabungkan jadah (ketan putih tumbuk yang gurih) dengan tempe bacem yang manis terdengar tidak biasa. Namun, begitu kamu menggigit keduanya secara bersamaan seperti makan burger mini, kamu akan mengerti mengapa makanan ini begitu dicintai.

Jadahnya sangat kenyal dan kaya akan rasa santan, sementara tempe bacemnya dimasak perlahan hingga bumbunya meresap sampai ke dalam dan memberikan rasa manis legit. Di Kaliurang, kamu akan menemukan banyak penjual Jadah Tempe, namun yang paling legendaris tentu saja adalah Jadah Tempe Mbah Carik. Suasana Kaliurang yang sejuk cenderung dingin membuat makanan yang sedikit berminyak dan mengenyangkan ini terasa berkali-kali lipat lebih nikmat. Ini adalah jenis jajanan yang membuat saya selalu rindu untuk kembali ke Jogja.

Warna-warni Geplak khas Bantul – Jajanan Tradisional Magelang Jogja

Jajanan tradisional Magelang Jogja
geplak Bantul

Bergeser ke arah selatan Yogyakarta, tepatnya di daerah Bantul, kamu akan menemukan Geplak. Jajanan ini sangat mudah dikenali karena warnanya yang mencolok seperti merah muda, kuning, dan hijau. Geplak terbuat dari parutan kelapa yang dimasak dengan gula, sehingga menghasilkan tekstur yang padat dan rasa yang sangat manis. Bagi penyuka makanan manis, Geplak adalah “surga” kecil dalam setiap gigitannya.

Dulu, Geplak mungkin hanya memiliki rasa original kelapa dan gula. Namun sekarang, saya sering menemukan variasi rasa seperti cokelat, durian, hingga nangka. Meskipun sangat manis, ada sensasi gurih dari serat-serat kelapa yang membuatnya menarik untuk dikunyah. Karena daya tahannya yang cukup lama, Geplak sering menjadi pilihan utama bagi teman-teman saya yang ingin membawa oleh-oleh untuk perjalanan jauh.

Bakpia, Antara Tradisi Pathok dan Inovasi Bakpia Kukus – Jajanan Tradisional Magelang Jogja

bakpia kukus Jogja
bakpia kukus Jogja

Membicarakan Jogja tentu tidak lengkap tanpa menyebut Bakpia. Di kawasan Pathok, kamu bisa melihat langsung proses pembuatan bakpia tradisional yang dipanggang. Saya selalu suka aroma bakpia yang baru keluar dari tungku; kulitnya yang tipis dan agak renyah bersinggungan dengan isian kacang hijau yang lembut. Bakpia Pathok bagi saya adalah standar emas sebuah oleh-oleh khas Jogja yang tetap eksis meski zaman berganti.

Namun, beberapa tahun terakhir muncul tren Bakpia Kukus yang teksturnya lebih mirip bolu mini dengan isian yang meleleh di dalamnya seperti cokelat atau keju. Kalau kamu lebih suka tekstur yang lembut dan modern, Bakpia Kukus bisa jadi pilihan. Sementara kalau kamu merindukan cita rasa klasik dan tekstur yang lebih padat, Bakpia Pathok tetap juaranya. Menariknya, sekarang kedua jenis bakpia ini mudah ditemukan di mana saja, memberikan kita fleksibilitas untuk memilih sesuai selera masing-masing.

Kipo Kotagede, Si Kecil yang Mulai Langka – Jajanan Tradisional Magelang Jogja

kipo Kotagede
kipo Kotagede

Terakhir, saya ingin mengajak kamu mampir ke kawasan bersejarah Kotagede untuk mencari Kipo. Jajanan ini ukurannya cukup kecil, berwarna hijau, dan dimasak dengan cara dipanggang di atas cobek tanah liat. Nama Kipo sendiri konon berasal dari pertanyaan “Iki opo?” (Ini apa?) karena bentuknya yang unik. Isiannya terdiri dari parutan kelapa dan gula jawa (enten-enten) yang memberikan rasa manis yang dalam.

Kipo memiliki tekstur yang kenyal karena terbuat dari tepung ketan. Ada aroma gosong yang khas dari proses pemanggangannya yang menambah dimensi rasa tersendiri. Sayangnya, tidak banyak penjual Kipo yang tersisa, jadi kamu harus sedikit rajin blusukan di pasar atau sekitaran jalan utama Kotagede untuk menemukannya. Tapi percaya deh, usaha mencarinya akan terbayar saat kamu mencicipi jajanan yang konon sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram ini.

Membawa Pulang Kenangan dalam Bungkus Makanan

Menjelajahi ragam jajanan dari Magelang hingga Jogja bukan hanya soal memuaskan rasa lapar, tapi juga bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya kuliner yang masih terjaga. Setiap jajanan punya cerita, dari tangan-tangan perajin getuk di Magelang hingga pembuat kipo di sudut Kotagede. Jika kamu punya waktu luang saat melintasi jalur ini, jangan ragu untuk menepi dan mencoba satu atau dua jenis jajanan tadi.

Saran saya, belilah secukupnya agar bisa dinikmati dalam kondisi paling segar. Membagikan jajanan ini kepada orang tersayang di rumah juga menjadi cara yang manis untuk menceritakan perjalananmu. Semoga daftar ini bisa membantumu menentukan pilihan saat bingung memilih buah tangan di sepanjang jalan nanti. Selamat jalan-jalan dan selamat menikmati petualangan rasa di tanah Jawa Tengah dan Yogyakarta!

Leave a Reply