Menikmati Sisi Lain Jogja Melalui Deretan Cafe Outdoor Dengan Suasana Alam Yang Tenang

Cafe Outdoor

Setiap kali saya berkunjung ke Jogja, ada satu perasaan yang selalu muncul: kota ini seolah punya cara sendiri untuk membuat waktu berjalan lebih lambat. Di luar keriuhan Jalan Malioboro atau hiruk pikuk kendaraan di Tugu, Jogja menyimpan banyak sudut tenang yang pas sekali untuk melarikan diri sejenak. Belakangan ini, saya semakin sering menghabiskan waktu di cafe outdoor Jogja yang menawarkan konsep alam terbuka. Duduk di cafe alam Jogja bukan cuma soal menyeruput kopi, tapi juga menikmati hembusan angin, aroma tanah, dan pemandangan hijau yang membuat suasana hati jauh lebih rileks. Tidak heran jika banyak orang memilih nongkrong santai di Jogja di tempat-tempat seperti ini untuk melepas penat.

Mencari tempat nongkrong outdoor Jogja sebenarnya tidak sulit, namun menemukan cafe dengan suasana alam Jogja yang benar-benar punya karakter unik tetap menjadi petualangan tersendiri. Beberapa rekomendasi cafe outdoor Jogja yang saya kunjungi menawarkan pengalaman berbeda-beda, mulai dari cafe view alam Jogja dengan nuansa hutan mini, hingga cafe sawah Jogja yang memungkinkan kita duduk santai menghadap hamparan hijau. Bagi kamu yang mencari cafe tenang di Jogja atau sekadar ingin merasakan sensasi cafe unik di Jogja, tempat-tempat ini bisa menjadi pilihan menarik saat berkunjung dalam waktu dekat.

Baca juga : Menjelajah Rasa di Magelang: 7 Tempat Makan untuk Libur Lebaran 2026

Berteduh di Antara Rindangnya Pepohonan

Ada kepuasan tersendiri saat kita bisa menikmati kopi sambil mendengarkan suara gesekan daun di sekitar. Di Jogja, konsep cafe outdoor Jogja yang menyatu dengan alam terbuka atau area hutan kecil memang sedang sangat diminati. Banyak cafe alam Jogja menawarkan suasana asri dengan pepohonan rindang, sehingga cocok dijadikan tempat nongkrong outdoor Jogja bagi siapa saja yang ingin menjauh dari hiruk pikuk kota. Selain suasananya yang menenangkan, cafe dengan suasana alam Jogja seperti ini biasanya memiliki suhu yang lebih sejuk dibandingkan pusat kota, menjadikannya pilihan ideal untuk nongkrong santai di Jogja sambil menikmati kopi tanpa terburu-buru.

Tiga Roepa: Galeri Seni yang Homey

Cafe Outdoor
www.gudeg.net

Pertama kali saya menginjakkan kaki di Tiga Roepa, saya merasa seperti sedang berkunjung ke rumah seorang teman yang sangat artistik. Tempat ini sebenarnya adalah perpaduan antara galeri seni, toko barang antik, dan cafe. Letaknya yang berada di dalam area perumahan membuatnya terasa tenang. Area outdoor-nya tidak terlalu luas, tapi dipenuhi oleh tanaman hijau dan furnitur vintage yang membuat suasananya terasa sangat hangat.

Cafe Outdoor
www.gudeg.net

Saya sempat menghabiskan waktu berjam-jam di sini hanya untuk membaca buku. Yang menarik bagi saya bukan hanya kopinya, tapi detail-detail kecil seperti pajangan lukisan dan patung yang tersebar di berbagai sudut. Jika kamu penyuka suasana sunyi yang inspiratif, tempat ini menurut saya salah satu pilihan yang tepat untuk melamun atau mencari ide baru.

Baca juga : Smart Tips Mengamankan Tempat Makan untuk Libur Lebaran 2026 di Magelang

Camp Coffee & Nature: Sensasi Berkemah di Tengah Kota

Cafe Outdoor
gudeg.net

Kalau kamu ingin merasakan suasana camping tanpa harus repot membawa tenda dan mendaki gunung, Camp Coffee & Nature bisa jadi pilihan menarik. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota, namun mereka berhasil menciptakan ekosistem mini yang terasa seperti di tengah hutan. Di sini, kursi-kursinya menggunakan kursi lipat khas camping dan ada beberapa area yang menggunakan tenda sungguhan sebagai tempat duduk.

Saat saya ke sana pada sore hari, suasana mulai terasa syahdu ketika lampu-lampu gantung mulai dinyalakan. Aroma kayu bakar dan pepohonan di sekelilingnya benar-benar memberikan kesan sedang berada di alam liar. Menu yang mereka tawarkan juga cukup beragam, namun daya tarik utamanya jelas adalah suasananya yang unik dan sangat santai untuk mengobrol bersama teman-teman dekat.

Kopi Ampirono: Menatap Hamparan Hijau dari Ketinggian

Bergerak sedikit ke arah Kulon Progo, saya menemukan Kopi Ampirono. Tempat ini menawarkan kombinasi antara nuansa pedesaan dan pemandangan alam yang terbuka lebar. Berada di area perbukitan Menoreh, cafe ini memberikan sudut pandang yang luas ke arah sawah-sawah di bawahnya. Area outdoor-nya didesain sangat sederhana dengan bangunan joglo sebagai pusatnya.

Duduk di bagian pinggir bangunan sambil melihat petani yang sedang menggarap sawah adalah pengalaman yang menenangkan bagi saya. Angin di sini berhembus cukup kencang, jadi pastikan kamu membawa jaket tipis jika datang di sore menjelang malam. Menu yang disajikan pun sangat merakyat, mulai dari pisang goreng hingga nasi sayur lodeh yang bisa kamu ambil sepuasnya secara prasmanan.

Pesona Sawah dan Perbukitan yang Menenangkan Mata

Selain hutan, Jogja juga sangat identik dengan lanskap persawahan dan perbukitan. Menikmati kopi sambil memandang garis cakrawala atau hijaunya padi yang menguning adalah bentuk relaksasi yang paling sederhana namun sangat membekas.

Nalendro Cafe: Kedamaian di Pinggiran Desa

Nalendro Cafe adalah salah satu tempat yang menurut saya punya karakter kuat dalam hal pemandangan. Lokasinya yang dikelilingi oleh sawah membuatnya terasa sangat asri. Saat saya berkunjung, padi sedang hijau-hijaunya, menciptakan hamparan karpet alami yang sangat luas. Bangunannya didominasi oleh unsur kayu dan kaca, sehingga meskipun kita berada di dalam, kita tetap bisa melihat pemandangan luar dengan jelas.

Namun, bagian terbaiknya tentu saja area outdoor-nya. Saya menyarankan untuk datang saat menjelang senja. Cahaya matahari yang memudar dan menyinari area persawahan menciptakan suasana yang sangat magis. Ini adalah tempat di mana saya merasa bisa benar-benar mematikan notifikasi ponsel dan hanya fokus menikmati udara segar.

Kopi Natadamar: Menunggu Senja di Atas Awan

Jika kamu suka dengan pemandangan dari ketinggian, Kopi Natadamar di area Mangunan adalah destinasi yang pas. Perjalanan menuju ke sini memang agak menanjak, tapi semuanya terbayar begitu sampai. Cafe ini dibangun di pinggir tebing dengan banyak dek kayu sebagai tempat duduk outdoor-nya. Dari sini, kamu bisa melihat aliran sungai dan jajaran perbukitan seribu yang ikonik.

Saya pribadi paling suka duduk di dek yang menjorok ke arah lembah. Rasanya seperti sedang berada di atas awan, apalagi jika kabut tipis mulai turun. Kopi yang mereka sajikan punya rasa yang cukup kuat, cocok dinikmati sambil menunggu matahari terbenam. Bagi saya, tempat ini memberikan perspektif yang berbeda tentang keindahan Jogja dari sudut yang lebih tinggi.

Kopi Klotok: Nostalgia dalam Kesederhanaan

Bicara soal cafe outdoor di Jogja rasanya tidak lengkap tanpa menyebut Kopi Klotok di daerah Pakem. Meskipun sangat populer dan seringkali ramai, tempat ini tetap punya daya tarik yang sulit untuk ditolak. Suasananya sangat kental dengan budaya Jawa, mulai dari bangunan rumah limasan hingga cara penyajian makanannya yang tradisional.

Pengalaman yang saya sukai di sini adalah mengambil nasi megono dan lodeh secara prasmanan, lalu membawanya ke area belakang untuk makan di pinggir sawah. Tidak ada sofa mewah atau musik modern, hanya ada bangku kayu sederhana dan suara alam. Jangan lupa memesan pisang gorengnya yang legendaris itu. Menikmati pisang goreng hangat sambil memandang Gunung Merapi yang tampak gagah di kejauhan adalah momen yang selalu membuat saya ingin kembali ke tempat ini lagi.

Menemukan Kedamaian di Sudut Jogja

Setiap cafe yang saya ceritakan di atas memiliki nyawa yang berbeda-beda. Tiga Roepa dengan ketenangan artistiknya, Camp Coffee dengan semangat petualangannya, hingga Kopi Klotok dengan keramahtamahan khas desanya. Jogja memang tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kita merasa diterima melalui tempat-tempat sederhana yang menyatu dengan alam.

Memilih tempat nongkrong bukan hanya soal rasa kopi yang pas di lidah, tapi juga soal suasana yang bisa membuat pikiran kita kembali segar. Kalau kamu sedang merasa lelah dengan rutinitas, cobalah untuk meluangkan waktu sejenak di salah satu sudut outdoor ini. Seringkali, jawaban dari kepenatan kita bukanlah liburan mewah, melainkan hanya duduk diam dengan segelas kopi sambil memandangi hijaunya sawah atau mendengarkan desis angin di antara pepohonan.

Semoga cerita perjalanan rasa saya kali ini bisa membantumu menentukan ke mana kaki harus melangkah saat berada di Jogja nanti. Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya!

Leave a Reply